Sejak hari senin tanggal 9 Juni 2008, Tim World Bank berkumpul lagi di Jayapura, setelah melakukan kenjungan ke beberapa daerah untuk melihat secara langsung mengenai pemanfaatan ICT untuk pendidikan. Hal ini dilakukan sesuai dengan permintaan dari Pemerintah Daerah Provinsi Papua, khusus Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Papua untuk melakukan penelitian dan study kasus tentang strategi pemanfaat ICT bidang Pendidikan dan rencana pelaksanaannya.
Pada hari selasa, tanggal 10 Juni 2008, Tim World Bank melakukan kunjungan langsung untuk perguruan tinggi. Hal ini penting untuk mencari partner yang khusus untuk melakukan TOT bagi guru-guru yang berada di wilayah ICT Center yang telah di tentukan nantinya. Dari perguruan tinggi tersebut akan dikumpulkan data mengenai Infrastrukturnya, SDM-nya, Materi/Modul pembelajaran, dan data lainnya yang mendukung kegiatan pelatihan bagi guru-guru nantinya.
Perguruan yang dikunjungi antara lain Universitas Cenderawasih bertemu dengan Pembantu Dekan II FKIP, kemudian USTJ (Universitas Sains dan Teknologi) bertemu Pembantu Dekan III dan seluruh Ketua Program Studi dari Fakultas yang ada di USTJ, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan dengan Rektor Universitas Yapis Papua.
Pada hari Rabu, tanggal 11 Juni 2008, pukul 10.00 WIT dilakukan presentasi hasil kegiatan study lapangan yang dilakukan oleh Tim World Bank bertempat di Swiss Bell Hotel Jayapura. Kegiatan dihadiri oleh Seluruh Pejabat di Lingkungan Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Papua, perwakilan dari Komisi E DPRP, BIKDA, BPDE, BAPEDA, USTJ, UNICEF, ESP, dan perwakilan dari sekolah-sekolah. Inti dari presentasi yang disampaikan adalah memberikan hasil temuan-temuan di lapangan mengenai PEMANFAATAN ICT BAGI PENDIDIKAN DI PAPUA, serta STRATEGI ICT DAN PELAKSANAAN UNTUK BIDANG PENDIDIKAN DI PAPUA.
Banyak masukkan dan pertimbangan yang diberikan kepada Tim World Bank, khususnya untuk penerapannya di Papua. Serta beberapa informasi dari stakekholder yang dapat dijadikan mitra kerja sama didalam penerapan kegiatan tersebut, memang lokasi wilayah di papua membutuhkan penanganan khusus penerapan ICT untuk bidang pendidikan, karena jjuga diyakini bahwa dengan Penerapan ICT dibidang pendidikan akan dapat menerobos keterisolasian suatu daerah, penghematan biaya perjalanan, peningkatan mutu pendidikan, dan memudahkan akses bagi guru dan siswa didalam pengembangan sumber-sumber belajar.



